Aula Khadijah di kawasan Masjid Azzikra Sentul, Bogor, mendadak ramai pada Sabtu dan Ahad, 1–2 Agustus 2026. Ratusan peserta dari berbagai daerah berkumpul untuk berlaga dalam Kejuaraan Panahan Tradisional Piala Kementerian Kebudayaan RI. Di antara sekian banyak tim yang datang, kontingen Pesan Trend Manah menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian, membawa rombongan pegiat muda dari tingkat SD hingga SMA, klub ini tampil cukup dominan di beberapa kelas pertandingan. Hasilnya pun tidak main-main, mereka berhasil membawa pulang total 13 gelar juara.
Kiprah Solid Pegiat Putri SMP-SMA
Persaingan di kategori SMP-SMA Putri jarak 10 meter berlangsung cukup sengit. Jarak 10 meter mungkin terdengar dekat bagi sebagian orang, tetapi menentukan ketepatan perkenaan anak panah pada lingkar sasaran bantalan membutuhkan konsistensi teknik yang presisi. Di kategori ini, pegiat putri Pesan Trend Manah berhasil tampil dominan.
Naysila Maulidah Bachmid menjadi salah satu pegiat yang mencatatkan hasil paling lengkap. Naysila sukses meraih Juara 1 pada kategori SMP-SMA Bantalan Putri 10 Meter. Penampilannya tetap stabil hingga babak Kualifikasi 8 Besar, di mana ia menempati posisi Juara 3. Saat masuk ke Babak Eliminasi yang penuh tekanan, Naysila mampu menjaga fokus dan keluar sebagai Juara 1.
Pegiat putri lainnya, Najwa Millati Salsabila, juga mencetak hasil manis. Najwa merebut Juara 1 pada sesi Bantalan Putri 10 Meter. Keberhasilannya berlanjut saat ia bertanding di Babak Eliminasi SMP-SMA Putri 10 Meter dengan membawa pulang gelar Juara 3.
Konsistensi tim putri makin terlihat lewat raihan rekan-rekannya yang lain. Nesya Eknularikal Salsabilah dan Alya Wanda Azzahra sama-sama berhasil menempati posisi Juara 1 pada kategori SMP-SMA Bantalan Putri 10 Meter. Sementara itu, Ardhianti Rubina Sarasvati dan Bernessa Belwayuna Rimbono menempel ketat di papan atas dengan mengamankan posisi Juara 2 pada kategori yang sama.
Dukungan dan support dari tim pelatih maupun antar-pegiat di luar garis tembak menjadi salah satu faktor kunci yang membuat mental bertanding tim putri ini tetap terjaga dengan baik.

| Nama Pegiat | Kategori | Hasil yang Diraih |
| Naysila Maulidah Bachmid | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 1 Bantalan, Juara 3 Kualifikasi 8 Besar, Juara 1 Babak Eliminasi |
| Najwa Millati Salsabila | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 1 Bantalan, Juara 3 Babak Eliminasi |
| Nesya Eknularikal Salsabilah | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 1 Bantalan |
| Alya Wanda Azzahra | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 1 Bantalan |
| Ardhianti Rubina Sarasvati | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 2 Bantalan |
| Bernessa Belwayuna Rimbono | SMP-SMA Putri 10 Meter | Juara 2 Bantalan |
Aksi Perorangan Pegiat Putra SMP-SMA
Pindah ke sektor putra tingkat SMP-SMA jarak 10 meter, dinamika pertandingan berjalan tak kalah menarik. Sorot mata penonton dan riuhnya suasana arena di Aula Khadijah menuntut tingkat konsentrasi tinggi dari para pegiat.
Muhammad Rizky Romadhoni menjadi perhatian utama pada divisi ini. Tampil tenang sejak awal sesi, Dhoni berhasil membuka kejuaraan dengan meraih posisi Juara 1 pada kategori SMP-SMA Bantalan Putra 10 Meter. Saat memasuki babak aduan yang menerapkan sistem gugur, Dhoni tetap mampu menjaga ritme tembakannya dengan dingin hingga akhirnya kembali menyabet predikat Juara 1 Babak Eliminasi.
Selain Dhoni, performa apik juga ditunjukkan oleh Athar Dhamean Pratista. Lewat bidikan yang konsisten sepanjang sesi kualifikasi, Athar berhasil menembus papan atas dan menyegel posisi Juara 3 pada kategori SMP-SMA Bantalan Putra 10 Meter.
| Nama Pegiat | Kategori | Hasil yang Diraih |
| Muhammad Rizky Romadhoni | SMP-SMA Putra 10 Meter | Juara 1 Bantalan, Juara 1 Babak Eliminasi |
| Athar Dhamean Pratista | SMP-SMA Putra 10 Meter | Juara 3 Bantalan |
Keberhasilan Dhoni dan Athar membuktikan bahwa persiapan matang serta latihan rutin di klub Pesan Trend Manah memberi dampak langsung pada ketahanan mental mereka di lapangan.

Semangat Pegiat Cilik Kategori SD Putra
Kategori SD Putra jarak 7 meter juga menyajikan momen seru. Meski masih berusia muda, para pegiat cilik Pesan Trend Manah tidak canggung saat berdiri di garis tembak bersanding dengan lawan dari berbagai daerah.
Davin Brilliano Rimbono tampil sangat tenang di kategori ini. Dengan ketepatan melepaskan anak panah yang terjaga di setiap rambahan, Davin berhasil merebut Juara 1 SD Bantalan Putra 7 Meter.
Dua pegiat cilik lainnya, Arvino Nazril Rashaad dan Muhammad Habibie Razta Rahmatullah, juga menunjukkan penampilan yang solid. Keduanya berhasil mengumpulkan poin yang cukup tinggi di sesi bantalan sehingga sama-sama berhak atas posisi Juara 3 SD Putra Bantalan 7 Meter.
| Nama Pegiat | Kategori | Hasil yang Diraih |
| Davin Brilliano Rimbono | SD Putra 7 Meter | Juara 1 Bantalan |
| Arvino Nazril Rashaad | SD Putra 7 Meter | Juara 3 Bantalan |
| Muhammad Habibie Razta Rahmatullah | SD Putra 7 Meter | Juara 3 Bantalan |
Kehadiran para pegiat cilik ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi olahraga panahan tradisional di Indonesia. Mereka tidak hanya diajarkan cara membidik target dengan benar, tetapi juga diajak untuk menikmati jalannya kompetisi dengan rasa senang dan sportif.

Rekap Perolehan Juara Tim Pesan Trend Manah
Secara keseluruhan, partisipasi Pesan Trend Manah dalam Kejuaraan Panahan Tradisional Piala Kemenbud RI 2026 ini membuahkan hasil yang memuaskan. Total ada 11 pegiat yang turun di berbagai kelas, dan mereka berhasil mengumpulkan 13 gelar juara.
Berikut adalah rincian perolehan gelar juara yang dibawa pulang oleh tim:
| Tingkat Juara | Jumlah Gelar |
| Juara 1 | 7 |
| Juara 2 | 2 |
| Juara 3 | 4 |
| Total | 13 |
Rincian perolehan 7 gelar Juara 1, 2 gelar Juara 2, serta 4 gelar Juara 3 menegaskan posisi Pesan Trend Manah sebagai salah satu tim yang berprestasi dalam kejuaraan ini. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras para pegiat, arahan dari tim pelatih, serta dukungan penuh dari para orang tua.
Pelajaran Penting dari Arena Pertandingan
Kejuaraan Panahan Tradisional Piala Kemenbud RI di Masjid Azzikra Sentul telah selesai diselenggarakan. Bagi para pegiat Pesan Trend Manah, pulang membawa belasan trofi tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, di luar urusan trofi dan podium, pengalaman bertanding di level nasional memberikan pelajaran yang jauh lebih berharga.
Lewat kejuaraan ini, para pegiat muda belajar bagaimana mengelola rasa gugup, menghargai proses latihan, serta tetap rendah hati saat menang. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pelatih (Headcoach) Pesan Trend Manah,
“Memanah tradisi warisan nabi untuk generasi islami.”
Panahan tradisional pada akhirnya bukan sekadar olahraga menembakkan anak panah ke sasaran, melainkan sarana membentuk karakter anak muda yang mandiri, fokus, dan berbudaya, sejalan dengan jargon Pesan Trend Manah: “Dari memanah menjadi Amanah.” Semoga hasil manis di Sentul ini menjadi pemicu semangat bagi mereka untuk terus berlatih dan berkembang di masa depan.
WITH PESAN TREND MANAH, MAKE YOUR TREND BETTER!
